Pamitlah
Jika selamat tinggal tidak mampu diucapkan,
Maka jangan pernah datang dengan "Hai" sebagai awal perjumpaan.
Aku benci dengan perpisahan.
Sekalipun kamu pergi perlahan.
Kemudian tenggelam dalam bayangan.
Membuat kita yang berawal saling menyempurnakan.
Kemudian berujung seperti dua orang orang asing diseberang jalan.
Hanya saling pandang dan tak menghiraukan.
Pamitlah, agar aku siap untuk perubahan.
Maka dengan begitu aku dapat ikhlas melepaskan.
Mengubah kebiasaan menjadi biasa aja tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Akupun tidak ingin hidup dalam bayang-bayangan kenangan.
Apakah kamu tahu bagaimana rasanya hidup dalam bayangan?
Rasanya seperti seluruh paru-paru terisi oksigen yang sangat banyak.
Tidak ada cukup ruang untuk bergerak.
Begitu sesak.
Sesalku yang menyesak.



Komentar
Posting Komentar