Kepalsuan

Aku adalah orang yang bodoh karena telah mencintaimu dalam diamku.
Aku adalah seorang pecundang yang tak pernah berhasil mengumpulkan nyali untuk menyatakan cinta.

Bagaikan pemain sandiwara yang mampu tertawa padahal hati ingin menangis.
Aku mampu terlihat tegar padahal hati ini rapuh.
Dan aku mampu menyembunyikan rasa cintaku dari pandanganmu.

Di dekatmu, aku merasa nyaman.
Beban yang kupikul berat seakan ringan.
Bersamamu, hariku terasa sempurna.
Sangat sempurna hingga aku tenggelam didalamnya.

Sayangnya aku terlambat.
Aku terlalu lama larut dalam kenyamanan tanpa menghiraukan bahwa perasaan ini meminta kepemilikan.

Kini, kamu telah bahagia dengan lainnya.
Sosok adam yang kamu damba dan impikan telah ada dalam genggammu.

Mungkin, ini saatnya aku untuk belajar melepaskan apa yang belum sempat aku dapati.
Ya! Perasaan itu!
Sekarang, aku harus membiarkanmu bahagia dengan yang lain.

Tetaplah tersenyum seperti itu.
Tetaplah ceria seperti itu.
Jangan biarkan berubah menjadi lebih buruk.
Karena bagiku, hal itu sudah cukup indah.

Tetaplah disana.
Jangan bergerak menjauh dariku.
Biar aku...
Biar aku yang berjalan perlahan mundur kebelakang.
Hingga aku tak bisa lagi melihat senyum itu dari kejauhan. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behind the story cover from Keset Kusut

Hiburan Bagi Kamu Yang Dirundung Galau

Ikhlas