How To Be A Good Secret Admirer





Rasa suka terhadap seseorang terkadang tidak mudah diutarakan. Banyak hal menjadi pertimbangan seperti takut doi menjauh, takut jadi bahan “ciyee-ciyee” temen sekelas, atau takut merusak hubungan pertemanan dengan doi. 

Alhasil hanya bisa mencintai dalam diam. Memperhatikannya dari kejauhan. Melihat senyum manisnya meski tidak bisa ikut tertawa bersama. Merekam wangi parfumnya tanpa pernah memuji secara langsung betapa wangi dirinya. Dan yang paling menyesakkan dada adalah menahan rasa kesal, jengkel, emosi saat doi bersama orang lain. Banyaknya pertimbangan dengan resiko yang sangat besar membuat seseorang memilih jalan untuk menjadi secret admirer alias pengagum rahasia.

Actually, menjadi seorang pengagum rahasia adalah salah satu bentuk perjuangan cinta jika didasari dengan tujuan yang jelas. Tidak selamanya kamu ingin menjadi seseorang dibalik layar atau sesenggukan dibalik pintu sambil melihat dia dari kejauhan. Jadikan niatan Secret Admirer salah satu bentuk perjuangan untuk mendapatkan hati si doi.

Sayangnya, menurut survey yang aku lakukan terhadap beberapa kerabat yang pernah menjadi seorang pengagum rahasia, sebagian besar diantara mereka berujung dengan cinta bertepuk sebelah tangan. 


Nah! Berikut ini aku mau berbagi tips untuk menjadi pengagum rahasia yang baik dan benar.








K.E.P.O (Knowing Every Particular objectly)

Jika kamu seorang pengagum rahasia, pasti ingin tahu sedetail mungkin APAPUN yang ada pada dirinya. Membuntuti seharian pun mungkin akan kamu lakukan. But, ditahap inilah banyak dari kaum secret admirer langsung merasakan kandasnya percintaan. Rasa keingintahuan yang berlebih itu tidak baik. Kamu tidak perlu membuntuti dia seharian, mengikuti aktivitasnya dari pagi sampai malam demi mengumpulkan informasi profil tentangnya, atau bahkan secara diam-diam kamu menaruh kue, coklat, dan secarik kertas dengan tulisan “Dari aku, pengagum rahasiamu.” Helloo... jika itu kamu lakukan di era Rhoma Irama hits dengan Kesatria Bergitar, mungkin  akan terlihat romantis.

Cukup tahu satu hal saja. Misal, Doi suka makan, kamu harus tahu tempat-tempat cafe/resto yang menarik. Doi suka nonton, kamu harus tahu selera film-film doi dan cari tahu beberapa film berkualitas yang mungkin doi belum tahu. Jadikan ajang K.E.P.O-mu sebagai topik awal percakapan antar kalian berdua.


First Impression

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Pernah mendengar pepatah itu? Kesan pertama sangat menentukan lanjut atau tidaknya suatu perkenalan. Kalo ingin sukses, jadilah diri sendiri yang apa adanya dan kurangin hal-hal berlebih yang akan menimbulkan kesan ilfeel. Misal nih, kamu terbiasa cuek dan tidak memperhatikan penampilan, rambut acak-acakan, bau kaki yang udah tercium dari radius 5 langkah, pas mau ketemu doi ya kudu jaga penampilan dong. Mana ada orang yang mau diajak kenalan kalo penampilanmu kayak orang gila pinggir pasar? 


Dont be Aggresive

Kebanyakan dari kamu yang memendam perasaan, sulit untuk mengontrol emosi. Belajarlah untuk mengendalikan rasa suka yang meluap-luap agar tidak mempengaruhi perilakumu saat bersama doi. Ini penting loh, biar doi tidak ilfeel! Jangan terlalu buru-buru untuk mengajaknya nonton, nongkrong di malam minggu, atau bahkan minta berkenalan dengan orang tuanya. Keep calm and stay pedekate!


Bring The Comfort Situation

Buat doi merasa nyaman saat berada di dekatmu. Jadilah orang yang terus menyemangatinya dalam kondisi apapun. Jangan segan-segan untuk mengucapkan selamat pagi dengan doa-doa indah atau menyapa secara langsung saat bertemu. Ciptakan komunikasi dua arah dengan balik bertanya. Kalo satu arah, kesannya jadi mirip HRD yang lagi interview pegawai baru.
Ingat! Paras yang menawan, lekuk tubuh yang nyaris sempurna, bahkan harta yang melimpah, akan kalah dengan dia yang bisa membawa rasa nyaman. Percuma kamu memiliki segala hal yang bersifat duniawi tetapi kamu tidak bisa memiliki hatinya. Paras, tubuh, dan harta akan habis termakan jaman. Namun rasa nyaman tidak akan habis hingga kelak maut yang memisahkan. *Daleeeeemmm*


Lets Talk About Love

Jika tahap 1 sampai 4 sudah kamu lakukan dengan baik, tahap berikutnya kamu bisa mengajukan pertanyaan sakral kaum secret admirer yang dikemas dengan guyonan agar tidak terlihat kaku seperti, “Apa nggak ada yang marah nih kamu deket sama aku?Ntar pacarmu marah.”

Kondisi psikis yang umum dialami setelah mengajukan pertanyaan itu biasanya degup jantung lebih kencang, keringat dingin bercucuran, dan sakit perut tapi nggak pengen BAB. Tenang! Itu normal. Kamu tidak sedang mengalami gejala penyakit menular dan mematikan. Itu hanya dampak dari rasa nervous kamu

Nah! Ditahap ini aku susah memastikan jika dia akan menjawab, “Nggak, aku nggak punya pacar kok.” Sesuai keinginan kamu. Kembali lagi ke perasaan masing-masing orang. Kan yang pedekate situ?!


Menjadi Secret Admirer itu tidaklah salah. Yang salah adalah bila kamu memendamnya terlalu lama dan akhirnya terpuruk dalam penyesalan karena doi sudah keburu bersama yang lain. Perasaan cinta itu seperti sebuah biji. Sedalam apapun kamu memendamnya, kelak akan tumbuh juga ke permukaan. Dan sekeras apapun usahamu untuk menebang rasa itu, akarnya masih tetap menancap dalam bersama kenangan yang menyertainya. So, jika kamu menyukainya, katakan saja. Mau ditolak atau diterima, itu urusan belakangan. Karena semakin lama kamu memendam perasaan, semakin besar rasa sakit yang diciptakan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behind the story cover from Keset Kusut

Hiburan Bagi Kamu Yang Dirundung Galau

Ikhlas