Yakin siap pacaran?


Siapkah Berpacaran?

PACAR! Tiap orang kalo punya pacar pasti girang bukan main. Iya! Girang!! Segala aktivitas mulai ayam berkokok nyaring sampe ayam berkokok pake teknik falseto, bakal diingetin sang pacar. Contoh :

Pagi Hari buka BBM → “Met Paggiey Cayank kiss

Siang dikit buka SMS → “Honeeyy .. jangan lupha mam ciank eahh. Miss uu kiss kiss

Sore nanggung buka Facebook liat wall → “Cintah.. jangan lupa mandi sore. Odolnya jangan dimakan yah.. Love uu kisskisskiss

Malem sesi galau angkat telpon → “Kamu tau gak sih aku cinta ama kamuh melebihi dalamnya samudra dan luasnya angkasa? Moga kita gak akan terpisahkan meski tsunami 10 meter menghantam kita. Met bobok cayank kisskisskisskisskiss

Contoh diatas adalah bagian kecil dari macam-macam gaya berpacaran. Sebenernya masih banyak lagi gaya berpacaran yang mau gue ulas, tapi gue takut minus mata gue nambah gegara baca text anak labil yang lagi pacaran.

Berpacaran itu apa sih? Gimana menanggapinya? Harus berbuat apa? Di artikel ini bakal gue ulas pertanyaan diatas menurut pandangan gue dan survey ke beberapa orang sebagai bahan pertimbangan artikel gue.

Sejatinya, berpacaran itu adalah proses pra-nikah yang dilakukan oleh dua orang (tidak boleh lebih) untuk mengenal satu sama lain akan kelebihan dan kekurangan pasangan, lalu menerima hal tersebut sebelum menuju jenjang pernikahan. Jadi, sebenernya berpacaran itu harus dilakukan oleh orang yang siap menikah. Tapi, kenyataannya nggak demikian. Anak SD aja udah tau apa yang namanya pacaran. Gue pernah tanyain anak SD Kelas 4 tentang pacaran. Sebut saja namanya bangkai (bosen kalo nama samaran mesti bunga atau mawar).

Gue         :  “Dek, pacaran itu apa sih?”
Bangkai   : “Mas, gak gaul deh. Pacaran itu cium-ciuman, peyuk-peyukan, suap-suapan, gandengan. Masa gitu aja nggak tau? nggak pernah pacaran ya? Aku udah 5 kali.”
Gue         :  “........” (Shock, buka internet dan searching nomor telpon Kak Seto).

Bayangin! Anak kelas 4 SD mendefinisikan berpacaran seperti itu. Gimana coba kalo dia udah SMP atau SMA nanti?? Bisa aja definisinya lebih exstream. Makan berdua, nonton berdua, mandi berdua, tidur berdua. Bisa aja kan?

Banyak anak-anak muda yang salah mengartikan apa yang namanya berpacaran. Yang mereka tau, mereka senang dan punya seseorang yang bisa dipamerkan ke khalayak umum dengan tujuan menaikkan pamor. Yap! Terkadang, mereka memutuskan berpacaran agar tidal dinobatkan sebagai JOMBLO MERANA. Dengan emosi jiwa muda yang kembang kempis dan naik turun, untuk menghindari predikat tersebut, mereka memutuskan untuk buru-buru memburu gadis/jejaka kece untuk dijadikan pacar. Alhasil, tanpa bimbingan dan pengetahuan yang cukup tentang berpacaran, mereka terjerumus ke lembah nista yang haus akan hasrat birahi (bahasanya nggak nguatin). Kalo udah gitu, muncul deh istilah HDN (Hamil Diluar Nikah), MBA (Married Because Accident), bahkan sampe ABS (Aborsi). Itu semua dikarenakan mereka salah mendefinisikan yang namanya berpacaran.

Menurut gue, berpacaran itu boleh-boleh aja untuk anak sekolah asal mereka tau batasan dan pengetahuan tentang tujuan berpacaran. Ada juga yang berpacaran untuk memotivasi belajar. Ini baru positif! jangan hanya menuruti hasrat yang ada dihati aja, cobalah untuk mencernanya melalui otak apakah sudah pantas melakukan pacaran atau belum. Ada baiknya, menghabiskan masa sekolah untuk menghasilkan prestasi-prestasi akademik maupun non-akademik. Makin banyak prestasi, makin besar kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan dan jenjang karir yang bagus dan sukses.

Cewek jaman sekarang sudah berpikiran jangka panjang. Mereka akan memilih lelaki yang sukses dan masa depan cerah untuk mendampingi hidupnya. Realitanya, cewek mana sih yang ingin hidup susah? Ini bukan matrialistis loh ya, beda! Kalo cewek matre, yang dicinta cuman harta si cowok aja untuk kepentingan sendiri. Kalo cewek dengan pikiran jangka panjang,  akan mencintai si cowok  dengan hartanya dan berupaya untuk mengatur keuangan si cowok untuk masa depan bersama. Yap! Cewek emang udah dikodratkan dari sana sebagai akuntan dalam keluarga.

Saran gue, berpacaranlah kalo sudah berpenghasilan sendiri. Percuma elo banggain motor ninja, jam tangan tabur berlian senilai 2M, baju merek luar kalo itu semua adalah hibah dari orang tua elo. Yang ada, hanya cewek-cewek matre yang bakal kepancing dengan umpan kekayaan elo. Bukan cewek dengan pemikiran jangka panjang.

Berpacaranlah kalo emang udah siap untuk berpacaran, bukan untuk pamor semata atau gaya-gayaan doang. Elp pacaran sama orang, bukan barang etalase kan? Gue juga nggak menyarankan elo buat berpacaran kalo masih memiliki rasa egois yang tinggi dan cita-cita yang belum kesampaian. Kenapa? Balik lagi ke definisi gue tentang berpacaran. Berpacaran adalah proses pra-nikah yang dilakukan oleh dua orang (tidak boleh lebih) untuk mengenal satu sama lain akan kelebihan dan kekurangan pasangan, lalu menerima hal tersebut sebelum menuju jenjang pernikahan. Kalo perasaan masih diselimuti rasa egois yang tinggi, gimana mau mengerti perasaan orang lain dan menerima kekurangannya? Begitu pula dengan cita-cita. Berbicara tentang masa muda pasti kita punya cita-cita. Ada yang mau jadi dokter, astronot yang pergi ke bulan, presiden, atau jadi dokter merangkap sebagai presiden di bulan (yang terakhir cita-cita paling absurd). Capailah cita-citamu terlebih dahulu. Gunakan masa muda dengan baik, karena masa itu nggak bakal elo rasain untuk kedua, ketiga atau keempat kalinya.

Jangan mentarget waktu untuk berpacaran. nggak tau kenapa sih, yang namanya jodoh, semakin elo kejar malah semakin jauh dan ini gue alamin sendiri. Isi aja waktu elo dengan kegiatan bermanfaat dan lakukan tiap harinya dengan baik. Percaya kalo yang namanya jodoh nggak bakal tertukar. Hawa tercipta di dunia dari bagian tulang rusuk Adam. Itu artinya, setiap cowok yang terlahir dimuka bumi sudah dipastikan ada jodohnya. Hanya saja Tuhan selalu punya cara yang berbeda untuk mempertemukannya.

Well, hidup itu selalu memilih. Kalo elo nggak memilih, elo nggak bakal lanjut ketahap hidup selanjutnya. Elo bakal diem ditempat. Tinggal bagaimana cara kita untuk memilih keputusan yang terbaik dalam pilihan hidupsmiley.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behind the story cover from Keset Kusut

Hiburan Bagi Kamu Yang Dirundung Galau

Ikhlas